Doa Sayyidina Abu Bakar RA di Umur 40 Tahun

Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. adalah sahabat dekat Rasulullah SAW sejak masa muda hingga akhir hayat, sekaligus merupakan salah seorang mertua beliau. Kemuliaan akhlaknya tidak diragukan, kesalehan amalnya tidak dipertanyakan, kedermawanannya tidak terbantahkan. Maka tidaklah aneh apabila para sahabat bersepakat mengangkatnya sebagai pemimpin umat Islam sepeninggal Rasulullah SAW.

Ada doa spesial yang pernah dipanjatkan oleh Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. yang menurut beberapa riwayat doa tersebut diabadikan dalam al-Qur’an surah al-Ahqaf ayat 15 yang berbunyi :

[ رَبِّ أَوۡزِعۡنِيٓ أَنۡ أَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَيَّ وَأَنۡ أَعۡمَلَ صَٰلِحٗا تَرۡضَىٰهُ وَأَصۡلِحۡ لِي فِي ذُرِّيَّتِيٓۖ إِنِّي تُبۡتُ إِلَيۡكَ وَإِنِّي مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ … ]

“…Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertaubat kepada Engkau, dan sungguh aku termasuk orang muslim.” (Al-Ahqaf/46: 15)

Imam Jalaluddin al-Mahalli rahimahullah dalam tafsir al-Jalalain menjelaskan bahwa untaian doa dalam ayat tersebut merupakan permohonan Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. kepada Allah SWT atas anugerah hidayah untuknya juga kedua orang tuanya, dimana sewaktu genap umurnya 40 tahun ia beriman kepada Rasulullah SAW (memeluk Islam) disusul oleh kedua orang tuanya kemudian anaknya. [1]

Apabila kita cermati, isi dari doa beliau amat sangat baik dan menarik, mengandung tiga hal penting antara lain: (1) dapat mensyukuri nikmat; (2) dapat berbuat kebajikan yang diridhai Allah; (3) mempunyai kebaikan yang mengalir sampai kepada anak dan cucu. Nah, ketiga hal itu lah yang nampaknya menjadi kunci kesuksesan hidup Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. di dunia dan di akhirat kelak in syaa Allah.

Baca Juga :  Doa Setelah Melaksanakan Shalat Dhuha

Sayidina Ali bin Abi Thalib r.a. sebagaimana dinukil oleh imam al-Baghawi dalam Tafsir Ma’alim at-Tanzil mengemukakan bahwa surah al-Ahqaf ayat 15 adalah berkenaan dengan Sayidina Abu Bakar as-Shiddiq r.a. yang kedua orang tuanya memeluk Islam; sebagaimana dimaklumi tidak ada seorang pun dari kalangan Muhajirin yang kedua orang tuanya memeluk Islam selainnya. [2]

Sungguh keluarga beliau amat mulia, ayahandanya bernama Utsman bin ‘Amr (Abu Quhafah) serta ibundanya bernama Salma binti Shakhar (Ummu Khair), keduanya memeluk Islam dan berjumpa dengan baginda Rasulullah SAW. Begitu juga putra-putri beliau semua memeluk agama Islam; Abdurrahman bin Abu Bakar, Abdullah bin Abu Bakar, Muhammad bin Abu Bakar, Asma binti Abu Bakar, Aisyah binti Abu Bakar, dan Ummu Kultsum binti Abu Bakar radhiyallahu anhum.

Semoga kita dapat meneladani akhlak beliau dan mengamalkan doa yang pernah dipanjatkan olehnya untuk meraih kesuksesan di dunia dan akhirat. UNS

Catatan kaki:

[1] Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi, Tafsir al-Jalalain, al-Qahirah: Dar al-Hadits: 1431 H, cet I, hal. 668

[2] Abu Muhammad al-Baghawi, Ma’alaim at-Tanzil fi Tafsir al-Qur’an, t.tp.: Dar ath-Thayyibah li an-Nasyr wa at-Tauzi’: 1997 M, cet IV, jilid VII, hal. 256-257

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *