Doa Setelah Melaksanakan Shalat Dhuha

Shalat dhuha merupakan amalan sunah yang sangat populer di tengah-tengah kaum muslimin, karena shalat sunah pagi hari yang satu ini adalah jenis ibadah yang sering kali dikerjakan banyak orang di sela-sela kesibukan beraktivitas pagi menjelang siang.

Tidak sedikit umat muslim yang menganggap bahwa shalat sunah muakkadah ini sebagai pembuka pintu rezeki. Apa landasannya? Di antara dalil yang biasa dipakai sebagai acuan adalah hadits qudsi yang menurut sebagian ulama mengisyaratkan hal tersebut, yang berbunyi: “Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak cucu Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Darimi).

Anggapan di atas dikuatkan oleh adanya ungkapan doa yang sangat familiar di kalangan kaum muslimin yang termaktub dalam kitab Tuhfat al-Muhtâj fȋ Syarh al-Minhâj yang ditulis salah seorang ulama Syafi’iyah kenamaan yaitu imam Ibnu Hajar al-Haitami (2/231) sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إنَّ الضَّحَاءَ ضَحَاؤُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُك، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُك، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُك، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُك. اللَّهُمَّ إنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، ‌وَإِنْ ‌كَانَ ‌مُعَسَّرًا ‌فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضَحَائِك وَبِهَائِك وَجَمَالِك وَقُوَّتِك وَقُدْرَتِك آتِنِي مَا آتَيْت عِبَادَك الصَّالِحِينَ

“Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu dhuha-Mu, keagungan ialah keagungan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kekuatan itu keuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepadaku segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Baca Juga :  Doa Ketika Memasuki Bulan Rajab

Penting untuk diketahui, bahwa ungkapan doa di atas menurut para ulama bukanlah lafaz doa yang langsung diucapkan oleh Rasulullah SAW, karena tidak adanya riwayat yang menjelaskan tentang itu. Lalu, adakah doa tertentu yang pernah diucapkan oleh  baginda Rasulullah SAW selepas shalat dhuha?

Imam Bukhari dalam kitab al-Adab al-Mufrad meriwayatkan sebuah hadits dari Ummul Mukminin, Sayyidah Aisyah RA berikut ini:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الضُحى ثُم قَال: (اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ‌وتُب ‌عَلي إنَّك أَنت التَّوابُ الرَّحيم) حَتَّى قَالها مَائة مَرة. (رواه البخاري)

Dari Aisyah RA, ia berkata: “Rasulullah SAW menunaikan shalat dhuha kemudian beliau membaca: Allahummaghfirli, wa tub ‘alayya, innaka anta tawwabur rahim (Ya Allah, ampunilah dosaku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang).” Beliau membacanya 100 kali. (HR. Bukhari No. 619). Imam Al-Albani menilai shahih hadits tersebut.

Jadi, bagi siapa saja yang mau memanjatkan doa setelah shalat dhuha tidak usah bingung, mau berdoa dengan lafaz yang pernah diucapkan oleh Rasulullah SAW sebagaimana dijelaskan dalam hadits di atas silakan, tentu lebih utama, mau berdoa dengan ungkapan yang lain seperti yang disebutkan oleh imam Ibnu Hajar al-Haitami di atas juga tidak ada masalah, atau mau berdoa dengan redaksi sendiri dengan bahasa sendiri juga tidak mengapa, selama tetap memperhatikan adab-adab dalam berdoa. Wallahu Ta’ala A’lam. (UNS).

2 thoughts on “Doa Setelah Melaksanakan Shalat Dhuha

  • 16 February 2021 at 04:29
    Permalink

    Alhamdulillah, jazakallah ust. Atas artikelnya..

    Reply
    • 16 February 2021 at 04:54
      Permalink

      waiyyaka jazakallahu khayran bang ustadz. Terima kasih udah berkenan membaca tulisan ini.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *