Mengapa Disunahkan Puasa 6 hari di Bulan Syawal?

Ramadhan tahun ini telah sepekan berlalu. Sekarang kita tengah menjalani hidup di bulan Syawal, bulan pembuktian nilai-nilai ketakwaan. Seberapa sukses diklat Ramadhan kita akan nampak dalam keseharian kita saat ini.

Untuk menjaga keistiqamahan dalam amal, baginda Rasulullah Saw menganjurkan kita supaya melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal, boleh secara berturut-turut atau terpisah, baik di awal, tengah, maupun akhir Syawal.

Menarik untuk disingkap lebih lanjut mengenai anjuran puasa sunah di bulan Syawal ini. Apa hikmah di baliknya?

Bila mengacu pada beberapa petunjuk Nabi Saw setidaknya ada tiga hal penting yang bisa kita pahami, antara lain:

Pertama: puasa Syawal penyempurna puasa Ramadhan. Sabda Nabi Saw : “… Lihatlah apakah umat-Ku memiliki shalat sunah. Maka, disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya, kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi dari Abu Hurairah ra).

Berdasarkan hadits di atas dapat dipahami bahwa ibadah sunah berfungsi sebagai penambal kekurangan ibadah wajib, termasuk di dalamnya ibadah puasa.

Kedua: puasa Syawal berpahala besar. Tak hanya berguna sebagai penyempurna puasa Ramadhan, puasa Syawal juga menjanjikan ganjaran yang besar. Sebagaimana dikabarkan Nabi Saw dalam sabdanya:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّال ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ. (رواه مسلم عن أبي أيوب الأنصاري)

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka ia laksana berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim dari Abu Ayub Al-Anshari ra).

Bagaimana pahala puasa setahun penuh didapatkan?

Para ulama menjelaskan hadits riwayat Muslim di atas dengan firman Allah SWT : “Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya….” (QS. Al-An’am : 160)

Berdasarkan ayat di atas dapat dimengerti, puasa 1 bulan Ramadhan setara dengan puasa 10 bulan, dan puasa 6 hari di bulan Syawal setara dengan puasa 2 bulan, sehingga menjadi genaplah 12 bulan (setahun penuh).

Baca Juga :  Inilah 3 Keunggulan Bulan Sya‘ban

Ketiga: puasa Syawal berbuah cinta Allah SWT. Tidak perlu diragukan, amalan sunah yang kita laksanakan atas dasar iman dan mengharap ridha Allah akan berbuah cinta dari Yang Maha Kuasa.

Baginda Nabi Saw menginformasikan dalam sabdanya: “…dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunah sehingga Aku mencintainya…” (HR. Bukhari dari Abu Hurairah ra).

Mari sempurnakan ibadah puasa Ramadhan kita dengan melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal. Mudah-mudahan kita dapat meraih pahala dan cinta-Nya. Aamiin. (NS).

Jakarta, 08 Syawal 1443 H.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *