Jangan Sia-siakan 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Khutbah Pertama

الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ. وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ الـمَلِكُ الحَقُّ الـمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الـمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَـمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ سُبْحَانَهُ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِه وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah,

Segala puji hanya milik Allah, Dzat yang senantiasa melimpahkan berbagai karunianya untuk kita. Selawat serta salam semoga tercurahkan kepada junjungan alam Nabi Muhammad saw., keluarga, sahabat, serta umatnya yang setia menapaki jejaknya hingga akhir zaman.

Mari kita tingkatkan iman dan takwa kita kepada Allah, dengan cara melaksanakan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya, supaya kita meraih keberuntungan di dunia dan akhirat.

Saat ini kita sedang berada pada awal bulan Dzulhijjah 1443 H. Suatu hal yang sudah kita maklumi, pada sepuluh hari pertama bulan agung ini terdapat banyak sekali keutamaan, sebagaimana diisyaratkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an serta dijelaskan oleh baginda Rasulullah saw dalam hadisnya.

 Allah SWT berfirman:

وَالْفَجْرِۙ۝١  وَلَيَالٍ عَشْرٍۙ۝٢

Artinya: “Demi waktu fajar, Demi malam yang sepuluh” (QS. Al-Fajr: 1-2)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “Demi malam yang sepuluh” dalam ayat di atas adalah sepuluh hari pertama  bulan Dzulhijjah. Pendapat ini antara lain dikemukakan oleh Abdullah bin Abbas ra., Abdullah bin Az-Zubair ra., Mujahid dan banyak lagi kalangan ulama salaf maupun khalaf.

Ketika Allah bersumpah Allah dengan waktu tersebut menunjukkan keutamaannya. Dalam rangka mengungkap keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini Rasulullah saw bersabda:

ما العَمَلُ في أيَّامٍ أفْضَلَ منها في هذِه، قالوا: ولَا الجِهَادُ؟ قَالَ: ولَا الجِهَادُ، إلَّا رَجُلٌ خَرَجَ يُخَاطِرُ بنَفْسِهِ ومَالِهِ، فَلَمْ يَرْجِعْ بشيءٍ.

Artinya: “Tidak ada amal yang lebih utama daripada amal saleh yang dikerjakan pada (sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah). Para sahabat bertanya: Ya Rasulallah, meskipun bila dibandingkan dengan jihad di jalan Allah?, beliau menjawab: memang, meskipun bila dibandingkan dengan jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang berangkat dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak satu pun diantara keduanya yang kembali (mati syahid).” (HR. Bukhari dari Abdullah bin Abbas ra)

Baca Juga :  Perubahan Diri dan Sosial Tumbuh dari dalam Kaum yang Solid

Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah,

Dalam hadis di atas, Nabi saw. menjelaskan keutamaan amal saleh yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Beliau menandaskan bahwa pahala amal saleh di hari-hari ini amat sangat besar, bahkan bila dibandingkan dengan jihad di jalan Allah sekalipun, hanya orang yang pergi berjihad di jalan Allah dengan jiwa dan hartanya lalu ia mati syahid lah yang dapat menandingi pahalanya, ma syaa Allah tabarakallah, luar biasa.

Alangkah berbahagia orang yang mengetahui dan mampu memanfaatkan momen istimewa ini. Sebaliknya, betapa merugi orang yang mengetahui tapi mengabaikannya begitu saja. Mari kita manfaatkan peluang dan kesempatan yang baik ini dengan memperbanyak ketaatan kepada Allah, seperti memperbanyak tilawah Al-Qur’an, meningkatkan intensitas takarub kita kepada Allah melalui doa dan zikir, membasahi lisan kita dengan ucapan tahlil, takbir, dan tahmid dan amal saleh lainnya.

Tidak diragukan lagi, bahwa ganjaran setiap amal wajib pada hari-hari ini lebih tinggi nilainya daripada amal wajib yang dikerjakan pada hari-hari lainnya, demikian juga pahala amal-amal sunah. Termasuk ke dalam amal saleh yaitu mengerjakan amal-amal sunah baik salat sunah, sedekah, maupun puasa sunah.

Selain amal saleh secara umum, ada tiga amal saleh khusus yang sangat dianjurkan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah yaitu:

Pertama, memperbanyak puasa sunah

Rasulullah saw menganjurkan kepada kita supaya memperbanyak puasa sunah pada hari-hari ini. Terutama puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah. Dimana puasa sunah di hari arafah ini dapat menghapus dosa dua tahun, sungguh merupakan salah satu amal saleh yang efektif dalam Islam. Sebagaimana sabda Rasulullah saw berikut ini:

سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ( رواه مسلم عن أبي قتادة الحارث بن ربعي)

Baca Juga :  Menelaah Misi Peradaban dalam Doa Nabi Ibrahim

Artinya: Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau menjawab, “Puasa itu menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun berikutnya.” (HR. Muslim dari Abu Qatadah Al-Harits bin Rib’i ra.)

Menurut imam Nawawi rahimahullah, maksud hadis di atas adalah bahwa puasa arafah dapat menghapus dosa-dosa kecil dalam dua tahun (satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya).

Kedua, salat Idul Adha

Amal unggulan lainnya adalah salat Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah. Sebagaimana diisyaratkan dalam firman Allah SWT berikut ini:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ ۝٢

Artinya: “Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!” (QS. Al-Kautsar: 2)

Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari menjelaskan bahwa diantara makna dari kalimat “fashalli li Rabbika” adalah salat Idul Adha. Penafsiran seperti ini antara lain dikemukakan oleh Anas bin Malik, Ikrimah, Abu Ja’far, Ar-Rabi’, Qatadah, dan lainnya.

Adapun hukum melaksanakan salat Idul Adha menurut mayoritas ulama adalah sunah muakkad (sangat dianjurkan), sementara sebagian ulama yang lain ada pula yang menghukumi wajib. Maka, bila tidak ada halangan dan rintangan tidak seyogianya kita meninggakan salat sunah Idul Adha.

Ketiga, berkurban

Amal unggulan berikutnya adalah berkurban bagi kita yang mampu pada tanggal 10 Dzulhijjah selepas menunaikan salat Idul Adha hingga berakhirnya hari tasyriq, tanggal 13 Dzulhijjah. Mengenai keutamaan ibadah kurban ini Rasulullah saw bersabda :

ما عَمِلَ آدَمِيٌّ من عملٍ يومَ النَّحْرِ أَحَبَّ إلى اللهِ من إهراقِ الدَّمِ إنه لَيَأْتِي يومَ القيامةِ بقُرونِها وأشعارِها وأظلافِها وإنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ من اللهِ بمكانٍ قبلَ أن يقعَ من الأرضِ فطِيبُوا بها نَفْسًا. (رواه الترمذي عن عائشة)

Artinya: “Tidak ada amalan yang dikerjakan oleh umat manusia pada Hari Raya Kurban yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan. Sesungguhnya hewan kurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulu, dan kuku-kukunta. Sesungguhnya sebelum darah kurban itu mengalir ke tanah, pahalanya telah diterima Allah. Maka tenangkanlah jiwa dengan berkurban.” (HR. Tirmidzi dari Aisyah ra.)

Baca Juga :  Salat Sebagai Wahana Segala Kebaikan

Betapa istimewanya ibadah kurban. Betapa beruntungnya orang-orang yang mau dan mampu menunaikannya, karena ia akan memperoleh ganjaran yang besar di sisi Allah SWT.

Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah,

Demikianlah beberapa amal umum dan khusus selama sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah yang nilai pahalanya berlipat ganda. Mudah-mudahan kita dapat memanfaatkan kesempatan yang baik ini dengan mengoptimalkan amal ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT sehingga kita meraih lipatan kebaikan dari-Nya.(NS)

 وَاللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يَقُوْلُ وَبِقَولِه يَهْتَدي الْمُهْتدُونَ, أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ, وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ. وَالّلَيْلِ اِذَا يَسْر.

بَارَكَ اللَّهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْوَاحِدِ الصَّمَدِ. اَلَّذِى لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أحَدٌ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ الْمُمَجَّدِ. وَعَلَى آلِهِ وَأصْحَابِهِ الَّذِيْنَ شَيَّدُوْا الدَّيْنَ بِعَزْمٍ قَوِيٍّ وَعَزِيْزِ الْمَدَدِ.

أمَّا بَعْدُ: فَيَاأيُّهَا الـمُؤْمِنُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ وَنفْسِى بِتَقْوَى اللَّهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، وَقَاضِى الْحَاجَاتِ.

اللَّهُمَّ ارْفَعْ وَادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَفِرُوسْ قَارَنَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْعَفْوَ والْعَافِيَةَ وَالْمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيأ حَسَنَةً، وَفِى ألآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعّالّمِيْنَ.

عِبَادَ اللَّهِ. إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *