Ketika Doa Memantul Kepada Kita

Tidaklah seorang muslim mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan dia; melainkan malaikat akan berkata, “dan untukmu juga”. (HR. Muslim dari Abu Darda r.a.)

Salah satu amalan yang sangat dicintai Allah dari putera-puteri Adam adalah doa. Sama saja doa tersebut dipanjatkan untuk kebaikan diri sendiri ataupun untuk kemaslahatan orang lain. Sebaliknya, Allah marah terhadap orang yang cuek dan enggan berdoa kepada-Nya. Sebab, bila seseorang tidak mau berdoa, seakan-akan dia tidak memerlukan-Nya. Padahal, adakah di antara kita yang merasa serba bisa untuk sekedar survive (bertahan hidup) di dunia ini tanpa campur tangan Allah? Semua insan beriman berkeyakinan bahwa hidup tanpa pertolongan-Nya adalah sesuatu yang absurd.

Nah, hadits Nabi SAW di atas menstimulus kita semua supaya tidak bosan berlaku baik kepada sesama. Di antara sekian banyak jenis kebaikan yaitu mendoakan saudara bi zhahril ghaib (secara diam-diam). Doakan saudara kita supaya dianugerahi anak yang saleh dan salehah, doakan mereka agar dikaruniai rezeki yang berkecukupan dan penuh keberkahan, doakan mereka supaya diberi kendaraan yang nyaman, doakan mereka agar dihadiahi kebahagiaan di dunia dan akhirat, dan doa-doa kebaikan lainnya.

Ada hal yang sangat menarik dalam sabda Rasulullah SAW di atas. Ketika kita memanjatkan doa kepada Allah untuk orang lain tanpa sepengetahuan yang bersangkutan, bukan hanya akan berdampak pada hadirnya kebaikan bagi orang tersebut, akan tetapi doa itu akan memantul kepada diri kita. Dimana malaikat akan mendengar tuturan doa kita, lalu dia balik mendoakan kita dengan mengucapkan “wa laka bi mitslin” artinya “dan untukmu juga”. Maukah didoakan oleh makhluk mulia yang selalu patuh dan tidak pernah durhaka kepada Tuhannya? Ma syaa Allah.

Baca Juga :  Kata Nabi SAW, Milikilah 3 Harta Terbaik Ini

Jadi, sewaktu kita berdoa kepada Allah, “Ya Allah, anugerahkan kepada si Fulan anak yang saleh dan rezeki yang melimpah”, saat itu juga, ada malaikat yang berdoa kepada Allah sepadan dengan apa yang kita panjatkan kepada-Nya. Maka, sering-sering lah mendoakan kebaikan untuk orang lain, yakinlah doa tersebut akan memantul kepada diri kita.

Selain itu, ada sesuatu yang seyogianya kita cermati baik-baik. Sabda Nabi SAW di atas, juga mengingatkan kita supaya berhati-hati dalam berdoa, agar kita pandai menjaga lisan sehingga tidak menuturkan doa yang buruk bagi orang lain.  Lantaran, mafhum mukhalafah (pemahaman terbalik) dari hadits di atas adalah apabila kita mendoakan keburukan kepada orang lain, maka malaikat akan berdoa kepada Allah sesuai dengan apa yang kita panjatkan kepada-Nya. Na’udzu billahi min dzalika. (UNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *