Pola Tidur Ala Nabi SAW

Wahai orang yang berselimut (Muhammad)!, Bangunlah (untuk salat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil, (yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu, atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.” (QS. Al-Muzzammil, 73:1-4)

Ayat di atas adalah pesan Allah untuk Nabi-Nya, Muhammad saw. Menurut penjelasan imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, maksud dari kalam Allah tersebut yaitu “Kami menyuruhmu supaya bangun tengah malam (nishfahu), beberapa saat sebelumnya (au unqush minhu qalila) atau beberapa saat sesudahnya (au zid ‘alihi).”

Ibnu ‘Asyur dalam Tafsir At-Tahrir wa At-Tanwir menukil riwayat imam Thabari dari Sa’id bin Jubair ra., sejak turunnya awal surah Al-Muzzammil, Rasul saw selalu bangun tengah malam selama beliau tinggal di Mekah sepuluh tahun terakhir. Pola kebiasaan ini diikuti juga oleh sebagian kalangan sahabatnya.

Kemudian muncul pertanyaan bila Rasul saw bangun tengah malam, kapan beliau mulai tidur? Merujuk pada penuturan Siti Aisyah ra., “Rasulullah saw tidur pada awal malam dan bangun pada penghujung malam, lalu beliau melakukan salat malam. (HR. Bukhari dan Muslim dari Aisyah ra). Berdasarkan hadis ini, pada umumnya beliau mulai mengistirahatkan badannya sesudah salat Isya, lalu bangun tidur pada sepertiga malam terakhir.

Apabila makna ayat dan hadis di atas dipadukan, maka dapat dipahami bahwa lama tidur Rasulullah saw pada malam hari lebih kurang empat hingga enam jam, mulai dari sesudah beliau melaksanakan salat Isya sampai tengah malam atau sepertiga malam terakhir.

Setiap kita bisa meniru pola tidur Nabi saw. Bagi yang tinggal di wilayah Indonesia bagian barat, saat ini waktu Isya lebih kurang pukul 19.00-an (tergantung daerah). Maka, kita bisa mulai memejamkan mata pada pukul 20.00 WIB, kemudian membuka mata sekitar pukul 24.00 WIB atau pukul 02.00 WIB.

Baca Juga :  Bertakwa hingga Akhir Hayat

Pola tidur yang dibiasakan oleh Nabi saw bukan tanpa maksud. Penelitian ahli kesehatan modern tentang tidur menegaskan bagusnya kebiasaan tidur di awal malam hingga tengah malam. National Sleep Foundation merekomendasikan jam tidur terbaik untuk orang dewasa yaitu pukul 20.00 sampai 00.00. Sungguh menakjubkan.

Memang gampang-gampang susah untuk mengubah suatu kebiasaan yang sudah berpuluh-puluh tahun kita lakukan, terutama yang punya hobi bergadang. Selalu ada seribu alasan untuk bertahan dalam suatu kebiasaan lebih-lebih yang bersifat rutin, mulai dari tuntutan pekerjaan hingga dalih lainnya.

Namun, tidak ada salahnya bila kita mencoba sesekali, misalnya saja pada akhir pekan, kita tidur selepas salat Isya, lalu bangun tengah malam atau sepertiga malam terakhir. Banyak hal yang dapat kita lakukan selama beberapa jam hingga azan subuh dikumandangkan, mulai dari salat tahajud dan witirnya, membaca dan merenungi ayat-ayat Al-Qur’an, berzikir serta amal-amal saleh lainnya. Yakinlah kita akan memperoleh pengalaman yang berbeda dari hari-hari lainnya. (NS)

Jakarta, 30 Mei 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *