Al-Quran Bekal Perjalanan Dai

Al-Qur’an adalah kitab pedoman kehidupan. Sebagaimana ia juga merupakan bekal perjalanan, tak terkecuali bagi para dai. Membaca dan menghafal ayat-ayatnya adalah tabungan kebaikan. Setiap huruf yang diucapkan berlipat pahala dan ganjaran. Tidak hanya itu, Al-Qur’an juga memberi syafaat kepada para pengembannya pada hari kiamat atas izin Allah Yang Maha Rahman. Sebagaimana Al-Qur’an juga hadir ke tengah-tengah umat manusia membawa solusi bagi beragam permasalahan.

Sungguh, perjalanan dakwah takkan selamanya mulus, penuh kemudahan dan bertabur pujian. Namun, sudah menjadi sunnatullah di alam ini, sewaktu-waktu para juru dakwah akan berjumpa dengan tantangan, aral melintang, hingga ancaman. Siapakah yang dapat menenangkan jiwa dan menentramkan hati saat terjadi kegalauan, kekhawatiran, dan kesedihan? Al-Qur’an. Iya benar Al-Qur’an. Melalui Al-Qur’an Allah turunkan ketenangan dan ketentraman terhadap siapa saja yang mau membacanya, merenungi maknanya, serta berinteraksi secara intensif dengannya.

Maka, tilawah dan tadabur Al-Qur’an bagi para dai adalah sebuah kebutuhan, bukan lagi sebuah beban. Guna menyerap energi kehidupan sebagai bekal untuk melanjutkan perjalanan dakwah yang panjang. Tak aneh apabila generasi awal umat ini, mereka begitu lekat dengan Al-Qur’an. Intensitas kebersamaan mereka dengan Al-Qur’an begitu sering. Sekurang-kurangnya mereka menjadikan satu juz Al-Qur’an sebagai wirid harian yang tak pernah ditinggalkan. Karena mereka amat yakin, dengan Al-Qur’an, Allah akan menurunkan rahmat-Nya, menghadiahkan untuknya kelapangan dada, keberkahan waktu, dan pertolongan dalam menjalani kehidupan.

Ya Allah, jadikanlah Al-Qur’an sebagai penyejuk hati kami, cahaya yang menyinari dada kami, pelipur lara kami, dan penghapus duka kami.

Bagi para dai, Al-Qur’an amat sangat penting. Bekal perjalanan yang sangat berguna supaya tetap istiqamah dalam menempuh jalan dakwah. Perjalanan yang sangat panjang, sepanjang eksistensi manusia di muka bumi. Kata-kata yang keluar dari lisan mulia para dai perlu didukung oleh hujjah-hujjah Al-Qur’an. Sebab, pesan-pesan dakwah yang dihiasi oleh ayat-ayat Al-Qur’an akan memiliki bobot dan pengaruh yang amat sangat besar pada jiwa siapa saja yang menerimanya.

Baca Juga :  Tiga Pertanyaan sebagai Renungan

Bilamana para dai tidak memiliki banyak waktu dan kesempatan untuk menghafal keseluruhan ayat Al-Qur’an, maka paling tidak, ia berdaya upaya menghafal ayat-ayat al-ahkam (hukum-hukum), at-targhib (kabar gembira), dan at-tarhib (peringatan/ancaman). Sungguh, hal ini sangatlah penting bagi para dai agar pesan-pesan dakwahnya lebih mantap dan hujjah-hujjahnya lebih kuat.

Hal lain yang tak kalah pentingnya bagi para dai adalah menghafalkan hadits-hadits Nabi, syair-syair, kata-kata hikmah ulama, dan kisah-kisah sebagai pendukung ayat-ayat Al-Qur’an. Apabila ini semua dijalani dengan baik, maka atas izin Allah pesan-pesan dakwah yang disampaikan para dai akan menghunjam ke dalam dada umat manusia. (UNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *